Senin, 01 November 2021



Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Awal November
Angin bertiup kencang
Masih sama seperti malam kemarin
Anak-anak berlarian pulang dari Masjid dan berteriak " hujan...hujan...hujan.."
"Assalamu'alaikum, terdengar salam Bintang anak lanangku dari luar pagar.
"Wa'alaikumussalam, jawabku sambil mengulurkan tanganku.
Tumben gak buka laptop ma, tanya Bintang lagi.
Pegel mata mama dik.
Loh..mama lupa ya ini kan hari Senin, gak ada jadwal mama ? sambil memandangku leyeh-leyeh masih memakai mukena.
Astaghfirulloh....iya ya dik Senin rupanya kok mama lupa. Adik selesaikan tugas nanti mama periksa setelah mama belajar, Ok, deal ya. Lanjut mama...

Ternyata Senin, 1 November 2021 malam ke 13 Kelas belajar malam ini, sudah mulai goyang. Bertahan ayo aku pasti bisaaa, inshaAlloh.

Ibu Rosminiyati selaku Moderator malam ini.
Dan Bapak Susanto, S.Pd selaku Narasumber dengan materi PROOFREADING SEBELUM
MENERBITKAN TULISAN

Dimulai dengan doa, kelas dimulai, Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, demikian pembukaan dari ibu Moderator.
Memperkenalkan Narasumber lewat profil beliau :
 
Nama lengkap 
Susanto
Nama Komunitas
Pak D
Tempat, tanggal lahir 
 Gombong Kebumen, 29 Juni 1971
Jenis kelamin 
 Laki-Laki
Pekerjaan 
 Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera 
 Selatan
Pendidikan
S1 Pend. Bhs. Indonesia, S1 Pend. Guru SD
Alamat lengkap
 Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo, Kec. Tugumulyo, 
 Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan
Nomor HP/WA 
 081373353014
Alamat blog pribadi 

www.blogsusanto.com

Akun media sosial :

a. Facebook: 

https://www.facebook.com/Susantomusirawas/

b. Twitter: @antok_eni

c. Instagram: 

@susanto_en

Beberapa hasil karya Narasumber diantaranya:

https://blogsusanto.com/sedikit-demi-sedikit-lama-lama-menjadi-buku/

Belajar Menulis di Buku Antologi

1. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi (2020)
2. Senandung Guru I bersama Ibu Rita Wati & Bu Kanjeng Sri Sugiastuti (2020)
3. Jejak Digital Motivator Andal bersama Bu Kanjeng Sri Sugiastuti (2020)
4. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger bersama Bu Noralia Puspa Yunita, dkk.
(2021)

Praktik Menjadi Editor

1. Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
2. Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk),
Januari 2021.
3. Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret
2021, Januari 2021.
4. Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan
Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
5. Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
6. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita
dkk), Juli 2021.
7. Purwakarya Literasi, Antologi Grup 18 (2021)

Komunitas Menulis

1. Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional)
https://lagerunal.blogspot.com/

https://chat.whatsapp.com/BYZmwXHWnnD4Mq5i3xHG8r

2. AISEI Writing Club
Daftar jadi member:
https://www.aisei.id/subscription-plan/
3. Rumah Virus Literasi
4. Beberapa Grup Menulis besutan OmJay

Bapak Susanto sebagai Alumnus BMMWABO dan PGRI G-15, beliau memberi pemaparan awal tentang materi malam ini tentang PROOFREADING dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, harus memperhatikan beberapa poin yaitu:

1. Menjelaskan pengertian proofreading
2. Menjelaskan hal-hala yang menjadi objek proofreading 
3. Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya.
Dengan merendah Bapak Susanto mengaku bukan sebagai Proofreader atau Editor Profesional, namun pada kenyataannya.

Beberapa buku karya teman yang Bapak Susanto ikut di dalamnya sebagai editor di antaranya:

1. Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
2. Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021.
3. Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021.
4. Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
5. Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
6. Purwakarya Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)
7. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021.

Terakhir diberi kesempatan menjadi editor buku Blogger Milenial, Ibu Maysaroh .


Dan buku ini hari Jumat yang lalu sampai di tanganku, karya ibu Mae ternyata  sudah melalui Editor Bapak Susanto.
 
Beberapa waktu lalu, saya baru selesai menguji baca dan mengedit tulisan teman blogger yang mau bikin buku Solo agar lulus dan mendapat Sertifikat Pelatihan Menulis ini. Demikian ungkap Bapak Susanto. Tambah bangga membaca hasil karya indah seorang bunda Mae yang juga ada hasil uji klinis bacaan dari Bapak Susanto juga.

Proofreading atau uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.

Kesalahan  yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.
Perlu juga diketahui bahwa proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan apakah sudah masuk di akal atau belum.
Jadi,  tugas seorang proofreader  bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa  diterima logika dan dipahami.

Proofreader harus dapat mengenali:

- apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
- Susunannya sudah tepat atau belum
- Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan.
Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.
Lakukan proofreading HANYA DAN HANYA JIKA tulisan sudah selesai, naskah buku sudah selesai

Para Guru Menulis, selalu menasihati:  "Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah tidak masalah mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing."

Adapun waktu yang  tepat  melakukan  proofreading  Jika naskah sudah selesai, lakukan proofreading setelah naskah diendapkan beberapa saat. 
Saat disini saja berupa hitungan jam dan hari.

Langkah - langkah  dalam proofreading :
Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Langkah Ketiga

Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Langkah keempat

1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya.

Kesalahan  memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya. Adanya TYPO atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata.
Jujur secara pribadi sebagai seorang Blogger pemula, ilmu proofreading ini menyadarkan saya begitu banyak ilmu tata cara penulisan di Blog masih jauh dari kata sempurna dan masih harus belajar banyak. Sungguh ilmu bermanfaat saya dapat malam ini dan tentunya di malam - malam pembelajaran Kelas Menulis ini.

Masuk ke bagian tanya jawab, diantaranya yaitu :

Tanya :
Assalamualaikum Bapak, saya Susan Anggraini dari Pangkalpinang ingin bertanya, berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan Proofeading dalam satu buku serta bagaimana kita dapat mengetahui bahwa hasil Proofeading yang telah kita lakukan itu sudah baik atau sempurna. Terima kasih atas jawabannya Pak 

Jawab :

Waktu relatif ya, Bu.
Belajar dari pengalaman, perlu waktu “beberapa hari” untuk membaca naskah secara utuh.
Mengulangi membaca dan menandai *kesalahan*
Membaca lagi disertai perbaikan tulisan, ini memakan waktu “beberapa hari”
Diamkan setidaknya dua atau 3 hari
Lalu priksa kembali, dan naskah dikembalikan kepada penulis, untuk diperiksa kembali.

Tanya :

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahii Wabarakaatuh,, Perkenalkan Nama Saya Arham, S.Pi asal Donggala Sulawesi Tengah BM Gelombang 21 ingin bertanya kepada narsum yang boleh dikata professional dalam mengedit dan merevisi sebuah karya tulis sebelum di terbitkan, menarik sekali materi yang disampaikan walau hanya via chat WA Group, Proofreading pada dasarnya aktivitas memeriksa kesalahan teks dengan cermat sebelum di publikasikan baik media cetak maupun media komunikasi lainnya, pertanyaan saya dalam melakukan pemeriksanaan kesalahan atau lebih halusnya mengedit sebuah naskah membutuhkan suatau pemikiran yang pasti dan tepat tentunya memiliki etika dalam aktivitas tersebut, bagaimana strategi yang baik agar tulisan yang kita publikasikan itu menarik, bisa diterima logika, mudah di fahami dan terkesan mengedukasi bahkan menghipnotis para pembacanya, terima kasih Pak Narsum,,,,,

Jawab :

Luar biasa Pak/Bu Arham, S.Pi
Agar menarik, strateginya:
1. Tulisan sesuai dengan tema yang dibahas, mengandung unsur yang diperlukan, SIDAMBA terjawab: SIapa, Di mana, Apa, Mengapa, Bagaimana, dan Kapan terpenuhi sesuai tema.
2. Struktur kalimat yang digunakan baik dan benar S-P-O-K nya. Apakah kalimat tunggal atau kalimat majemuk. Jika kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat, tulis dengan struktur yang baik dan benar.
3. Upayakan tidak ada kesalahan ejaan/penulisan/pemenggalan kata
4. Pilihan kata bagus, kata baku yang digunakan sesuai KBBI

Agar bisa diterima logika?
He he he, substansi tulisannya rasional, wajar.

Tanya :
Assalamualaikum, saya mau bertanya. 

1. Apakah perbedaan proofreading dan editing ? 
Apakah pekerjaan editor sama dengan proofrider? 

2. Apakah proofreading berlaku juga untuk dokumen-dokumen penting?

Jawab :
Dari: Anonim

No. 1
Sependek pengetahuan saya, editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.
Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

No. 2
Ya

Upps..saya terpana dengan jawaban Bapak Susanto, SEPENDEK PENGETAHUAN  SAYA, it's a low profile statement man, seorang Proofreader yang telah lulus uji coba membaca karya-karya hebat yang ilmunya pasti sudah tidak diragukan lagi masih mengatakan SEPENDEK PENGETAHUAN SAYA, luar biasa.

Ilmu baru lagi ternyata banyak kata dalam kalimat disarankan tidak lebih dari 20 kata, contohnya :

Kalimat:

Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru didalam ruang guru pada masing masing meja guru tersebut.
(Terdiri dari 34 kata )

Bandingkan dengan :

Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama. Mereka bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru di dalam ruang guru.
         ATAU
Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama. Mereka bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru.

Bapak Susanto menambahkan kembali sebelum Closing statement mengenai
Contoh sederhana proofreading :
Teks asli

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.
Dan untuk teks perbaikan

Teks Perbaikan

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita  nonfiksi. Tetapi, cerita  nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi  yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Kolaborasi antara penulis dan Editor membentuk satu sinergi positif sehingga terangkai kata dan kalimat sempurna serta indah dan mudah dipahami maksud dan tujuannya. Kuman di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tidak tampak.

Juga teringat ketika teman-teman nonton bola di tribun atau di televisi.

Perumpamaan  penulis adalah pemain bola yang menggiring bola ke gawang lawan. Kadang tidak tahu di depan ada pemain yang hendak menjegal. Penonton di kejauhan tahu benar ke mana bola harus ditendang.

Demikian pula menulis, jadi perlu orang lain untuk ikut membaca tulisan kita. 
Kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus.
 
Demikian Closing Statement dari Bapak Susanto, sungguh ilmu yang bermanfaat
Wassalam.



















9 komentar:

  1. terbaik. mantul

    penulis berbakat

    Angin bertiup kencang
    Masih sama seperti malam kemarin
    Anak-anak berlarian pulang dari Masjid dan berteriak " hujan...hujan...hujan.."
    "Assalamu'alaikum, terdengar salam Bintang anak lanangku dari luar pagar.

    akupun pulang kehujanan bakda magrib

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haturnuhun pak ustadz yg selalu menyempatkan waktunya buat walking Blog dan meninggalkan pesan

      Hapus
  2. Balasan
    1. Siapakah dirimu yg begitu mempesona dan terimakasih untuk meninggalkan jejak nya😘

      Hapus
  3. Keren Bun, di awal resume seperti dibawa ke cerita fiksi.
    Mantap Bun👍

    BalasHapus

GURU TAHAN BANTING

GURU TAHAN BANTING Berbicara tentang Kurikulum Merdeka yang lebih memfokuskan pada pendeteksian bakat dan minat murid yang terus digali dan ...